TARAKAN – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Utara, Ade Kurniawan, menyampaikan bahwa saat ini terdapat total 24 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Utara yang berada di bawah pengelolaan HIPMI Kaltara.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 dapur SPPG telah beroperasi dan tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Utara, sementara enam dapur lainnya masih dalam tahap persiapan menuju operasional penuh.
“Total ada 24 dapur SPPG di Kalimantan Utara yang dikelola HIPMI Kaltara. Saat ini, 18 dapur sudah beroperasi dan melayani masyarakat di sejumlah wilayah,” ujar Ade Kurniawan.
Ia menjelaskan, keterlibatan HIPMI Kaltara dalam pengelolaan dapur SPPG merupakan bentuk kontribusi nyata pengusaha muda dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Menurut Ade, keberadaan dapur-dapur SPPG tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem usaha lokal. Bahan baku operasional dapur sebagian besar dipasok dari pelaku usaha daerah, termasuk sektor pertanian, perikanan, dan UMKM setempat.
“Dengan melibatkan pengusaha dan tenaga kerja lokal, kami berharap manfaat dari program ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kalimantan Utara, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” katanya.
Selain itu, pengelolaan dapur SPPG juga dinilai membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari pengadaan bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi. Hal ini sejalan dengan komitmen HIPMI Kaltara untuk mendorong peran pengusaha muda dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Ade Kurniawan menambahkan, HIPMI Kaltara terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan seluruh dapur SPPG beroperasi sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan operasional dapur SPPG. Ke depan, kami menargetkan seluruh dapur yang telah direncanakan dapat segera beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.







Discussion about this post