TARAKAN – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Utara akan menggelar agenda nasional Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) yang berpusat di Bumi Paguntaka, kegiatan ini akan dibuka pada Senin malam (26/1/2026). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai.
Agenda nasional ini dirangkaikan dengan peluncuran program Tarakan Youth Digital-Literacy Lab, sebuah inisiatif kader IMM yang ditujukan untuk mendukung peningkatan literasi digital masyarakat serta sejalan dengan visi pembangunan Smart City di Kota Tarakan.
Ketua DPD IMM Kalimantan Utara, Ainulyansyah, mengatakan bahwa kegiatan DAM dan PID kali ini tidak hanya difokuskan pada penguatan kaderisasi internal organisasi, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Malam ini kami akan membuka agenda nasional Darul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Dasar di Kota Tarakan. Namun momentum ini bukan sekadar pelatihan kepemimpinan internal biasa,” ujar Ainulyansyah.
Ia menjelaskan, peluncuran Tarakan Youth Digital-Literacy Lab menjadi pembeda utama dalam pelaksanaan DAM dan PID tahun ini. Program tersebut disebut sebagai bentuk wakaf kader IMM untuk membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang cakap digital.
“Program ini merupakan wakaf kader IMM untuk membantu pemerintah kota mewujudkan visi Smart City. Kami menyadari bahwa kota yang cerdas hanya dapat berdiri jika warganya juga cerdas secara digital atau smart people,” katanya.
Selama satu pekan pelaksanaan, mulai 26 Januari hingga 1 Februari 2026, para peserta DAM dan PID tidak hanya akan mengikuti pembekalan ideologi, kepemimpinan, dan keorganisasian. Mereka juga akan mendapatkan kurikulum khusus literasi digital, mulai dari keamanan siber hingga optimalisasi pemanfaatan layanan publik berbasis digital.
Sebagai puncak kegiatan, para kader IMM direncanakan akan diterjunkan langsung ke masyarakat melalui program Pandu Digital. Mereka akan melakukan pendampingan di wilayah pesisir serta komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tarakan.
“Para kader akan bertugas mendampingi warga agar lebih cakap teknologi dan terhindar dari berbagai modus penipuan daring,” tambah Ainulyansyah.
Melalui kegiatan ini, DPD IMM Kalimantan Utara berharap dapat menegaskan peran mahasiswa tidak hanya sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi kemajuan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan di era digital.









Discussion about this post