TARAKAN — Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan apresiasi atas pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Lingkas 003 sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Khairul saat menghadiri kegiatan pembukaan SPPG Gunung Lingkas 003 di Tarakan.
Menurut Khairul, kehadiran SPPG Gunung Lingkas 003 dibawah Yayasan Astrada Garuda Jaya menambah jumlah fasilitas pelayanan pemenuhan gizi yang ada di Tarakan. Saat ini tercatat sudah terdapat 24 SPPG yang telah dibuka, meskipun beberapa di antaranya masih dalam proses evaluasi.
“Pertama tentu saya menyampaikan selamat atas pembukaan SPPG Gunung Lingkas 003 ini. Dalam catatan kita, ini merupakan SPPG yang ke-24 di Tarakan,” ujar Khairul, Senin (9/3/36).
Ia menjelaskan, dari total tersebut sebagian besar sudah beroperasi melayani masyarakat, sementara beberapa lainnya sempat dihentikan sementara untuk perbaikan dan evaluasi.
Dengan bertambahnya fasilitas tersebut, Pemerintah Kota Tarakan berharap pelayanan program pemenuhan gizi dapat semakin luas dan merata.
Khairul menegaskan, tujuan utama program MBG adalah memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, balita, dan ibu hamil.
“Harapan kita tentu sesuai tujuan awal diluncurkannya program MBG ini, yakni untuk memperbaiki gizi masyarakat. Karena itu komposisi gizi dalam setiap layanan harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Selain peningkatan gizi, ia juga berharap program ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha daerah.
Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut sebaiknya memprioritaskan produk dari petani, peternak, dan nelayan lokal agar tercipta efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Kita berharap program ini juga bisa mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan mengoptimalkan mitra dari para petani, peternak, maupun nelayan di daerah,” jelasnya.
Khairul menambahkan, secara ideal satu unit SPPG dapat melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat. Sasaran program ini meliputi anak sekolah, balita, serta ibu hamil.
Ia menilai cakupan layanan bagi anak sekolah di Tarakan sudah cukup luas, namun untuk balita dan ibu hamil masih terus dikembangkan secara bertahap.
“Tinggal dilihat lagi jumlah sasaran seperti balita dan ibu hamil. Untuk layanan kepada kelompok ini memang masih bertahap dan belum semua SPPG melaksanakannya,” ujarnya.
Terkait adanya beberapa SPPG yang sempat dihentikan sementara, Khairul menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia berharap seluruh pengelola SPPG dapat menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran agar standar pelayanan yang ditetapkan dapat dipenuhi dengan baik.
“Standar yang ditetapkan oleh BGN tentu harus dipenuhi. Pengalaman dari beberapa SPPG yang dihentikan sementara harus menjadi pelajaran bagi yang lain agar pelayanan tetap berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.








Discussion about this post