Selasa, 10 Februari 2026
kaltaraglobal.news
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
No Result
View All Result
kaltaraglobal.news
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya

Hasan Basri Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Pedoman Hidup di Tengah Arus Globalisasi

by Redaksi
29 September 2025
in Daerah, DPD RI, Hasan Basri
A A
0
Hasan Basri Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Pedoman Hidup di Tengah Arus Globalisasi

TARAKAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Hasan Basri, SE., MH, menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah tantangan globalisasi dan era digital saat ini, Senin (29/9/25).

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Warga Kelurahan Karang Anyar dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Dalam paparannya, H. Hasan Basri menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa, yaitu: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

“Keempat pilar ini saling menguatkan. Tanpa Pancasila arah moral bangsa bisa goyah, tanpa UUD 1945 tatanan hukum menjadi tidak teratur, tanpa NKRI persatuan bangsa terancam, dan tanpa Bhinneka Tunggal Ika perbedaan bisa menjadi perpecahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Hasan Basri menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman hidup dalam bertingkah laku, berpikir, dan bertindak. Nilai-nilai Pancasila, katanya, harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan penerapan nilai-nilai tersebut melalui lima sila Pancasila, mulai dari menghormati kebebasan beragama, menjunjung tinggi kemanusiaan, menumbuhkan semangat cinta tanah air, mengutamakan musyawarah, hingga memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Hasan Basri juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti meningkatnya individualisme, maraknya disinformasi dan ujaran kebencian di media sosial, menurunnya semangat gotong royong, serta krisis identitas kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Oleh karena itu, sosialisasi nilai-nilai Pancasila menjadi penting agar setiap warga negara tetap memiliki kompas moral dalam bersikap dan bertindak,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan bagaimana generasi muda dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila di tengah kuatnya pengaruh budaya asing dan media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Hasan Basri menekankan bahwa Pancasila harus dijadikan filter moral dalam aktivitas digital.

“Generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman di dunia maya maupun nyata. Misalnya, sila Ketuhanan mengajarkan agar tidak menyebar kebencian atau fitnah; sila Kemanusiaan mendorong empati dan anti-bullying; sila Persatuan mengajarkan untuk menyebarkan konten positif; sila Kerakyatan menumbuhkan semangat musyawarah dan partisipasi sosial; serta sila Keadilan mengajarkan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan Pancasila tidak harus melalui upacara atau pidato, melainkan lewat tindakan nyata, termasuk di ruang digital.

Menjawab pertanyaan peserta lainnya mengenai ketimpangan sosial dan korupsi, Hasan Basri menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan karena Pancasila gagal, melainkan karena nilai-nilainya belum diamalkan secara konsisten.

“Korupsi dan ketimpangan terjadi karena kita belum benar-benar mengamalkan Pancasila. Sila Keadilan Sosial menuntun agar seluruh kebijakan berpihak pada rakyat. Tapi dalam praktiknya, masih ada penyimpangan moral dan lemahnya integritas,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan, menolak praktik korupsi, dan menumbuhkan budaya malu terhadap perilaku curang.

“Menjadikan Pancasila sebagai panduan etika pribadi dan sosial adalah kunci agar bangsa ini tetap kuat dan bermartabat,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, H. Hasan Basri berharap agar seluruh peserta dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga Pancasila berarti menjaga persatuan, kemanusiaan, dan keadilan di tengah keberagaman bangsa Indonesia,” pungkasnya.

 

 

 

Previous Post

Kapolda Sambut Kedatangan Menteri Pertanian, Wujud Sinergitas Polri dan Pemerintah

Next Post

Gerak Cepat Lazismu MBS Tarakan Membantu Warga Mansalong Korban Kebakaran

Berita Lainnya

HPN 2026: Hasan Basri Desak Penguatan Pasal 8 UU Pers demi Cegah Kriminalisasi Jurnalis
DPD RI

HPN 2026: Hasan Basri Desak Penguatan Pasal 8 UU Pers demi Cegah Kriminalisasi Jurnalis

9 Februari 2026
Dukung Akses Pendidikan di Perbatasan, Senator Hasan Basri Serahkan Beasiswa PIP di Malinau
Daerah

Hasan Basri Soroti Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT, HB Desak Negara Lebih Peka

4 Februari 2026
Lapas Jadi “Lumbung” Narkoba hingga TKA, Hasan Basri Gedor Kemenimipas
DPD RI

Lapas Jadi “Lumbung” Narkoba hingga TKA, Hasan Basri Gedor Kemenimipas

21 Januari 2026
Next Post
Gerak Cepat Lazismu MBS Tarakan Membantu Warga Mansalong Korban Kebakaran

Gerak Cepat Lazismu MBS Tarakan Membantu Warga Mansalong Korban Kebakaran

Kolaborasi Senator Hasan Basri dan Mentan Amran, Kaltara Disiapkan Jadi Sentra Industri Pangan Perbatasan

Kolaborasi Senator Hasan Basri dan Mentan Amran, Kaltara Disiapkan Jadi Sentra Industri Pangan Perbatasan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terpopuler

  • HPN 2026: Hasan Basri Desak Penguatan Pasal 8 UU Pers demi Cegah Kriminalisasi Jurnalis

    HPN 2026: Hasan Basri Desak Penguatan Pasal 8 UU Pers demi Cegah Kriminalisasi Jurnalis

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Perkuat Pengawasan Keimigrasian di Wilayah Perbatasan

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Komisi XIII DPR RI Apresiasi Kinerja dan Layanan Imigrasi

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
kaltaraglobal.news

Berita Terbaru

HPN 2026: Hasan Basri Desak Penguatan Pasal 8 UU Pers demi Cegah Kriminalisasi Jurnalis

HPN 2026: Hasan Basri Desak Penguatan Pasal 8 UU Pers demi Cegah Kriminalisasi Jurnalis

9 Februari 2026
Wawali Tarakan Kunjungi Guru Agama Korban Dugaan Intimidasi di Sebatik

Wawali Tarakan Kunjungi Guru Agama Korban Dugaan Intimidasi di Sebatik

8 Februari 2026

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2023 PT. Multimedia Kaltara Jaya | www.kaltaraglobal.news. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Tentang Kami
    • Redaksi & Manajemen
    • Kontak
    • Iklan & Advetorial
    • Pedoman Media Siber
    • Standar Perlindungan Wartawan

© 2023 PT. Multimedia Kaltara Jaya | www.kaltaraglobal.news. All right reserved