Sabtu, 16 Mei 2026
kaltaraglobal.news
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
kaltaraglobal.news
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini

Hasan Basri Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Pedoman Hidup di Tengah Arus Globalisasi

by Redaksi
29 September 2025
in Daerah, DPD RI, Hasan Basri
A A
0
Hasan Basri Tekankan Pentingnya Pancasila sebagai Pedoman Hidup di Tengah Arus Globalisasi

TARAKAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H. Hasan Basri, SE., MH, menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah tantangan globalisasi dan era digital saat ini, Senin (29/9/25).

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Warga Kelurahan Karang Anyar dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Dalam paparannya, H. Hasan Basri menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa, yaitu: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

“Keempat pilar ini saling menguatkan. Tanpa Pancasila arah moral bangsa bisa goyah, tanpa UUD 1945 tatanan hukum menjadi tidak teratur, tanpa NKRI persatuan bangsa terancam, dan tanpa Bhinneka Tunggal Ika perbedaan bisa menjadi perpecahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Hasan Basri menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman hidup dalam bertingkah laku, berpikir, dan bertindak. Nilai-nilai Pancasila, katanya, harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan penerapan nilai-nilai tersebut melalui lima sila Pancasila, mulai dari menghormati kebebasan beragama, menjunjung tinggi kemanusiaan, menumbuhkan semangat cinta tanah air, mengutamakan musyawarah, hingga memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Hasan Basri juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti meningkatnya individualisme, maraknya disinformasi dan ujaran kebencian di media sosial, menurunnya semangat gotong royong, serta krisis identitas kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Oleh karena itu, sosialisasi nilai-nilai Pancasila menjadi penting agar setiap warga negara tetap memiliki kompas moral dalam bersikap dan bertindak,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan bagaimana generasi muda dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila di tengah kuatnya pengaruh budaya asing dan media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Hasan Basri menekankan bahwa Pancasila harus dijadikan filter moral dalam aktivitas digital.

“Generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman di dunia maya maupun nyata. Misalnya, sila Ketuhanan mengajarkan agar tidak menyebar kebencian atau fitnah; sila Kemanusiaan mendorong empati dan anti-bullying; sila Persatuan mengajarkan untuk menyebarkan konten positif; sila Kerakyatan menumbuhkan semangat musyawarah dan partisipasi sosial; serta sila Keadilan mengajarkan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan Pancasila tidak harus melalui upacara atau pidato, melainkan lewat tindakan nyata, termasuk di ruang digital.

Menjawab pertanyaan peserta lainnya mengenai ketimpangan sosial dan korupsi, Hasan Basri menegaskan bahwa permasalahan tersebut bukan karena Pancasila gagal, melainkan karena nilai-nilainya belum diamalkan secara konsisten.

“Korupsi dan ketimpangan terjadi karena kita belum benar-benar mengamalkan Pancasila. Sila Keadilan Sosial menuntun agar seluruh kebijakan berpihak pada rakyat. Tapi dalam praktiknya, masih ada penyimpangan moral dan lemahnya integritas,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan, menolak praktik korupsi, dan menumbuhkan budaya malu terhadap perilaku curang.

“Menjadikan Pancasila sebagai panduan etika pribadi dan sosial adalah kunci agar bangsa ini tetap kuat dan bermartabat,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, H. Hasan Basri berharap agar seluruh peserta dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga Pancasila berarti menjaga persatuan, kemanusiaan, dan keadilan di tengah keberagaman bangsa Indonesia,” pungkasnya.

 

 

 

Previous Post

Kapolda Sambut Kedatangan Menteri Pertanian, Wujud Sinergitas Polri dan Pemerintah

Next Post

Gerak Cepat Lazismu MBS Tarakan Membantu Warga Mansalong Korban Kebakaran

Berita Lainnya

Hasan Basri Desak Mabes Polri Usut Tuntas Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Narkoba
DPD RI

Hasan Basri Desak KPPA Lindungi Mahasiswi Nunukan Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar

15 Mei 2026
Momentum Hardiknas, Hasan Basri Salurkan Beasiswa KIP Kuliah untuk Mahasiswa di Penjuru Kaltara
DPD RI

Momentum Hardiknas, Hasan Basri Salurkan Beasiswa KIP Kuliah untuk Mahasiswa di Penjuru Kaltara

3 Mei 2026
Senator Hasan Basri: Kecelakaan KA di Bekasi Alarm Keras bagi Standar Keselamatan Nasional!
DPD RI

Senator Hasan Basri: Kecelakaan KA di Bekasi Alarm Keras bagi Standar Keselamatan Nasional!

28 April 2026
Next Post
Gerak Cepat Lazismu MBS Tarakan Membantu Warga Mansalong Korban Kebakaran

Gerak Cepat Lazismu MBS Tarakan Membantu Warga Mansalong Korban Kebakaran

Kolaborasi Senator Hasan Basri dan Mentan Amran, Kaltara Disiapkan Jadi Sentra Industri Pangan Perbatasan

Kolaborasi Senator Hasan Basri dan Mentan Amran, Kaltara Disiapkan Jadi Sentra Industri Pangan Perbatasan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terpopuler

  • Lewat Liga Santri Tarakan 2026, LPPTKA BKPRMI Kembangkan Santri yang Multidimensi

    Lewat Liga Santri Tarakan 2026, LPPTKA BKPRMI Kembangkan Santri yang Multidimensi

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • Hasan Basri Desak KPPA Lindungi Mahasiswi Nunukan Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Adu Strategi Menuju Podium Utama : Final Liga Santri akan Guncang GOR Tipe B

    193 shares
    Share 77 Tweet 48
  • Tinjau PLTS PLN, Menteri BUMN Pastikan Peringatan HUT RI di IKN Gunakan Listrik Hijau

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Pro Kontra Pembangunan PLTU di kawasan Industri Hijau KIPI Desa Mangkupadi

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
kaltaraglobal.news

Berita Terbaru

Hasan Basri Desak Mabes Polri Usut Tuntas Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Narkoba

Hasan Basri Desak KPPA Lindungi Mahasiswi Nunukan Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar

15 Mei 2026
Adu Strategi Menuju Podium Utama : Final Liga Santri akan Guncang GOR Tipe B

Adu Strategi Menuju Podium Utama : Final Liga Santri akan Guncang GOR Tipe B

14 Mei 2026

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2023 PT. Multimedia Kaltara Jaya | www.kaltaraglobal.news. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini
  • Tentang Kami
    • Redaksi & Manajemen
    • Kontak
    • Iklan & Advetorial
    • Pedoman Media Siber
    • Standar Perlindungan Wartawan

© 2023 PT. Multimedia Kaltara Jaya | www.kaltaraglobal.news. All right reserved