TARAKAN – Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Hasan Basri, menggelar kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan bersama Komunitas Perempuan Kreatif di Jalan Hang Tuah No. 66 RT 001, Kelurahan Selumit, Kecamatan Tarakan Tengah, Jum’at (12/12/25).
Dalam kegiatan tersebut, Hasan Basri menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang sangat luas. Keberagaman tersebut, menurutnya, bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan dan kekayaan bangsa yang harus dijaga agar tidak berkembang menjadi potensi perpecahan.
Ia menegaskan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni meskipun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai perbedaan, tetap bersatu dalam satu tujuan sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya slogan, tetapi nilai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, toleransi, dan kerukunan,” ujar Hasan Basri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Sikap saling menghargai perbedaan, menghindari diskriminasi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan menjadi kunci menjaga persatuan bangsa.
Hasan Basri juga menyoroti tantangan persatuan di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Menurutnya, maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan sikap intoleran dapat mengancam keharmonisan sosial jika tidak disikapi secara bijak.
“Kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Basri menekankan peran strategis komunitas perempuan kreatif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perempuan dinilai memiliki posisi penting sebagai pendidik utama dalam keluarga sekaligus agen perdamaian di masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif, sosial, dan edukatif, komunitas perempuan kreatif dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai toleransi, mempererat solidaritas sosial, serta membangun kerja sama lintas budaya dan agama.
Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Rahmawati, menanyakan peran perempuan dalam menerapkan nilai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan keluarga dan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Hasan Basri menyampaikan bahwa penanaman nilai toleransi dan saling menghormati dapat dimulai dari keluarga, serta diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, peserta lainnya, Nurhayati, menanyakan langkah konkret yang dapat dilakukan komunitas perempuan kreatif untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Hasan Basri menyarankan agar komunitas perempuan aktif menggelar kegiatan kolaboratif lintas budaya dan agama, serta memanfaatkan media sosial secara positif untuk menyebarkan pesan persatuan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, Hasan Basri berharap nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dapat terus dihayati dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya komunitas perempuan kreatif, sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.








Discussion about this post