TARAKAN — Ketua Badan Pengkajian dan Pemasyarakatan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika (PURT) DPD/MPR RI, Hasan Basri, menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia yang harus dijaga bersama.
Hal tersebut disampaikan Hasan Basri saat menghadiri kegiatan bersama majelis taklim di Kota Tarakan, pada Sabtu (13/12/25).
Dalam sambutannya, Hasan Basri menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat beragam, baik dari sisi suku, bahasa, adat istiadat, maupun agama. Meski demikian, seluruh perbedaan tersebut disatukan dalam satu ikatan kebangsaan, yakni Indonesia.
“NKRI adalah rumah besar kita bersama. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, kita hidup dalam satu negara, satu bangsa, dan satu tanah air,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bentuk negara Indonesia sebagai Negara Kesatuan telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan bersifat final serta tidak dapat diubah.
Lebih lanjut, Hasan Basri menyampaikan bahwa menjaga keutuhan NKRI sejalan dengan nilai-nilai ajaran agama, khususnya Islam, yang mengajarkan persatuan, toleransi, dan kedamaian.
“Menjaga NKRI tidak bertentangan dengan ajaran agama. Justru sejalan dengan nilai Islam yang mengajarkan persaudaraan dan kasih sayang,” katanya.
Menurutnya, stabilitas dan keamanan negara menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, serta kehidupan sosial berjalan harmonis.
Namun demikian, Hasan Basri juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai bersama, seperti paham yang memecah belah umat, sikap intoleransi, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta ajaran yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
Dalam konteks tersebut, ia menilai peran ibu-ibu majelis taklim sangat strategis sebagai pendidik pertama di dalam keluarga dan penyejuk di tengah masyarakat.
“Ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Apa yang disampaikan dan dicontohkan akan sangat berpengaruh bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Hasan Basri mengajak para anggota majelis taklim untuk menanamkan nilai cinta tanah air, saling menghormati perbedaan, menjaga persatuan, serta menolak ajaran yang mengarah pada perpecahan.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan bahwa NKRI merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan, ulama, dan pendiri bangsa. Oleh karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi dan menjaga kemerdekaan dengan akhlak mulia, persatuan, serta dakwah yang menyejukkan.
“Mari kita jaga Indonesia dengan tutur kata yang santun dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai agama,” pungkasnya.









Discussion about this post