Tarakan, Kaltaraglobal.news –Sebagai upaya Pengembangan potensi generasi muda di lingkungan masjid dan pesantren, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Tarakan, menggelar Liga Santri kota Tarakan 2026 mulai tanggal 14 Mei hingga 16 Mei 2026.
Ketua BKPRMI Tarakan Kamal, SH, M.Pd melalui Direktur LPPTKA, Muhammad Maliki, S.Kom mengungkapkan, liga santri tahun ini diikuti 16 unit binaan LPPTKA BKPRMI Tarakan, yang dilaksanakan mulai 14 Mei 2026 di lapangan Futsal Bumix hingga 16 Mei 2026 di lapangan Bukit Mas.
“Pertandingan hari ini masing-masing tim memperebutkan posisi semi final. Kemudian tim yang masuk semi Final akan berlaga di Final pada tanggal 16 Mei 2026,” urainya.
Maliki mengungkapkan, tujuan strategis liga ini berfokus pada pengembangan potensi generasi muda di lingkungan masjid dan pesantren berdasarkan misi organisasi dan pola kegiatan serupa.
“Liga ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan sarana untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim (ukhuwah) di kalangan santri. Hal ini selaras dengan peran BKPRMI dalam membina pemuda masjid agar memiliki mentalitas yang kuat dan positif,” ungkap Direktur LPPTKA BKPRMI Tarakan.
Lanjut Maliki, ajang ini juga sebagai wadah untuk mengidentifikasi santri yang memiliki bakat luar biasa di bidang olahraga khususnya sepak bola atau futsal. Bibit-bibit unggul ini diharapkan dapat dibina lebih lanjut untuk mewakili Kota Tarakan di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para santri, pengurus TPA/TPQ, dan remaja masjid se-Kota Tarakan. Tujuannya adalah memperkuat jejaring komunikasi dan rasa persaudaraan antar-lembaga di bawah naungan BKPRMI. Melalui Liga Santri, BKPRMI mengajak generasi muda untuk aktif secara fisik. Di tengah gempuran tren digital, kegiatan ini mendorong santri untuk menjaga kesehatan jasmani sebagai penyeimbang aktivitas ibadah dan belajar,” tambahnya.
Diterangkan Maliki, melalui Liga Santri ini menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa santri adalah generasi yang multidimensi, tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berprestasi di bidang non-akademik seperti olahraga.
“Ini juga menjadi bentuk syiar positif mengenai peran masjid dalam kehidupan sosial pemuda,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post