Kamis, 30 Juli 2026
kaltaraglobal.news
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
kaltaraglobal.news
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini

Rumah Pemuda Terkoyak, KNPI Kaltara dalam Bayang-bayang Kekuasaan

by Redaksi
9 Mei 2025
in Daerah, Tarakan
A A
0
Rumah Pemuda Terkoyak, KNPI Kaltara dalam Bayang-bayang Kekuasaan

TARAKAN – KNPI adalah rumah besar kaum muda. Ia bukan sekadar simbol, melainkan tempat lahirnya gagasan, ruang berproses, dan wadah konsolidasi kekuatan generasi penerus bangsa. Namun di Kalimantan Utara, rumah ini kini retak, nyaris roboh bukan karena perbedaan gagasan, melainkan karena perebutan kuasa dan intervensi yang tak semestinya.

*Dualisme: Luka Terbuka Pemuda Kaltara*

Sejak awal 2025, DPD KNPI Kalimantan Utara dihadapkan pada polemik serius dualisme kepemimpinan. Pleno yang digelar 27 Januari 2025 memutuskan pemberhentian Ketua Andi Mulyono dan menunjuk Darmawan sebagai pelaksana tugas. Namun keputusan itu ditolak oleh Andi, yang menyebutnya inkonstitusional dan bermuatan kepentingan pribadi.

Alih-alih diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah, dualisme ini justru menjalar ke bawah. Kota Tarakan menjadi salah satu titik benturan. Pada Maret 2025, keluar surat mandat dari DPD KNPI Kaltara yang dipimpin Niko Ruru untuk membentuk karateker KNPI Tarakan. Lalu muncullah nama Sakti Abimanyu, yang kemudian menyiapkan Musda tandingan. Ini jelas bukan lagi urusan internal ini adalah konflik yang dipertontonkan kepada publik.

*Keterlibatan Gubernur: Diam yang Bersuara*

Yang membuat luka ini terasa makin dalam adalah dugaan keterlibatan Gubernur Kalimantan Utara. Meski tidak pernah secara eksplisit menyatakan keberpihakan, kehadiran beliau dalam forum-forum yang digelar oleh salah satu kubu, serta ketidakhadirannya dalam forum lain, telah cukup menjadi isyarat bagi publik: netralitas pemerintah dipertanyakan.

Pertemuan Gubernur Kaltara dengan Umum DPP KNPI versi Ryano Panjaitan yang diunggah ke media sosial menambah daftar panjang indikasi keberpihakan. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah memanasnya konflik KNPI di Kaltara, dan menjadi sinyal politik yang kuat tentang arah dukungan kekuasaan.

Padahal, pada 27 Juli 2024, Gubernur Zainal Arifin Paliwang menerima penghargaan sebagai “Tokoh Peduli Pemuda” dari DPP KNPI versi Haris Pertama. Sebuah penghargaan bergengsi yang semestinya diiringi tanggung jawab moral untuk menjaga ruang pemuda dari kontaminasi kekuasaan. Tapi hari ini, justru atas nama pengaruh dan relasi kuasa, ruang itu tampaknya dijadikan ladang pengaruh politik, bukan ruang kaderisasi.

Tarakan: Medan Uji Konsistensi dan Etika*

Kota Tarakan menjadi medan uji. Ketika dualisme kepemimpinan KNPI Kaltara menurunkan karateker ke Tarakan dan mulai menyiapkan pelantikan serta Musda tandingan, organisasi-organisasi kepemudaan lokal mulai bertanya: siapa yang berhak mewakili pemuda Tarakan? Mengapa konflik internal provinsi harus diseret ke level kota?

Lebih dari itu, muncul pertanyaan etik: apakah adil jika pemerintah daerah—baik provinsi maupun kota—berpihak secara simbolik dan administratif kepada satu kubu? Apakah pantas jika APBD digunakan untuk mendanai kegiatan organisasi yang kepemimpinannya belum jelas secara hukum dan organisasi?

*Pemuda Bukan Alat, Tapi Pilar*

Pemuda bukan alat. Dan KNPI bukan panggung politik praktis. Mereka yang berupaya menjadikan KNPI sebagai batu loncatan kekuasaan harus diingatkan: organisasi ini lahir dari darah dan perjuangan generasi pendahulu. Bukan untuk dipermainkan, bukan pula untuk disusupi.

Jika Gubernur benar-benar peduli pada pemuda, maka seharusnya beliau menjadi penengah, bukan pendukung diam-diam. Netralitas bukan pilihan, tapi kewajiban. Dan jika konflik ini dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan pemuda, tapi juga martabat institusi negara di mata generasi muda.

*Menutup Luka, Bukan Membuka Cedera Baru*

Sebagai Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Utara, saya menyampaikan bahwa sudah saatnya kita berkata cukup. Pemuda Kaltara harus bersatu untuk merebut kembali marwah KNPI sebagai rumah bersama, bukan sekadar alat legitimasi dan hibah. Pemerintah harus berhenti mencampuri urusan organisasi kepemudaan. Jangan lagi ada pelantikan-pelantikan tandingan, jangan ada Musda yang hanya jadi formalitas legalitas semu. Biarkan KNPI menyelesaikan rumah tangganya sendiri—secara organisasi, bukan politis.

Jika hari ini kita membiarkan organisasi pemuda dipolitisasi, maka kita sedang menggali lubang kehancuran masa depan politik itu sendiri.

Previous Post

Sentuhan Polwan di Kampung Warna-Warni Selumit Pantai, Tanam Harapan lewat Pendidikan

Next Post

Polres Tarakan Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu dalam Perut Ikan Bandeng, Senilai Rp4,85 Miliar

Berita Lainnya

Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Erick Hendrawan : Sarana Pendidikan Politik bagi Kader dan Generasi Muda
Tarakan

Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Erick Hendrawan : Sarana Pendidikan Politik bagi Kader dan Generasi Muda

27 Juli 2026
Imigrasi Tarakan Gelar PASPORIA di CFD, Inovasi Layanan agar Mudah Dijangkau Masyarakat
Tarakan

Imigrasi Tarakan Gelar PASPORIA di CFD, Inovasi Layanan agar Mudah Dijangkau Masyarakat

22 Juni 2026
Kebakaran di Area Non-Operasional Pelindo Tarakan Tak Mengganggu Aktivitas Pelabuhan
Kaltara

Kebakaran di Area Non-Operasional Pelindo Tarakan Tak Mengganggu Aktivitas Pelabuhan

19 Juni 2026
Next Post
Polres Tarakan Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu dalam Perut Ikan Bandeng, Senilai Rp4,85 Miliar

Polres Tarakan Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu dalam Perut Ikan Bandeng, Senilai Rp4,85 Miliar

Kapolres Tarakan Imbau Perusahaan Ekspedisi Tingkatkan Pengawasan Barang Kiriman

Kapolres Tarakan Imbau Perusahaan Ekspedisi Tingkatkan Pengawasan Barang Kiriman

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Terpopuler

  • Polda Kaltara Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-79, Momentum Refleksi dan Penguatan Pengabdian Untuk Masyarakat

    Polda Kaltara Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-79, Momentum Refleksi dan Penguatan Pengabdian Untuk Masyarakat

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Pemprov Percepat Penanganan Perbatasan, Fokus Jaga Akses Tetap Fungsional

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Tampil Rapi Gak Harus Mahal, Promo Barbershop Tarakan Ini Viral di Sosmed

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Bidpropam Polda Kaltara Dukung Ketahanan Pangan Dengan Kegiatan Tanam Jagung

    191 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Viral Soal Abonemen, Masyarakat Wajib Mengetahui Tujuan dan Fungsinya

    196 shares
    Share 78 Tweet 49
kaltaraglobal.news

Berita Terbaru

Bantuan Keuangan Parpol Diserahkan, Gubernur Ajak Bangun Demokrasi yang Lebih Berkualitas

Bantuan Keuangan Parpol Diserahkan, Gubernur Ajak Bangun Demokrasi yang Lebih Berkualitas

28 Juli 2026
Perkuat Sinergi TNI–Polri, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Silaturahmi Danyonif TP 880/Banuanta

Perkuat Sinergi TNI–Polri, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Silaturahmi Danyonif TP 880/Banuanta

28 Juli 2026

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan

© 2023 PT. Multimedia Kaltara Jaya | www.kaltaraglobal.news. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Opini
  • Tentang Kami
    • Redaksi & Manajemen
    • Kontak
    • Iklan & Advetorial
    • Pedoman Media Siber
    • Standar Perlindungan Wartawan

© 2023 PT. Multimedia Kaltara Jaya | www.kaltaraglobal.news. All right reserved